Titik Balik
Sepuluh tahun lalu menjelang tanggal 28 Maret, penulis mulai memikirkan dengan serius sebuah titik balik dalam hidup. Titik balik dari kehidupan yang sarat dengan rupa-rupa keburukan menuju kehidupan yang penuh dengan rupa-rupa kebajikan. Beberapa hari berlalu, dan hari yang diharapkan menjadi momen titik balik kehidupan seorang remaja (yang belum menyadari bahwa titik balik dalam hidupnya tidak cukup didasari oleh kehendak untuk jadi baik secara moral) itu akhirnya lewat begitu saja.
Lama setelahnya, gagasan tentang titik balik yang diharapkan terjadi akhirnya hilang dari cengkeraman kehendak. Rupanya apa yang mendasarinya tidak begitu kuat. Penulis tidak punya cukup alasan untuk memperjuangkannya.
Apa sebenarnya yang kurang?
Kurang belajarkah?
Atau jangan-jangan kurang data pendukung
Mungkin kurang komitmen. Atau kurang percaya diri.
Bertahun-tahun penulis jalani tanpa ada lagi gagasan tentang titik balik kehidupan yang jauh lebih mengganggu ketimbang menjanjikan bila dipikirkan. Sangat lama, hingga akhirnya penulis kembali merasa bahwa titik balik dalam kehidupan masih penulis perlukan.
Kali ini, apa yang mendasarinya sangat berbeda. Penulis menginginkan titik balik, tetapi bukan karena alasan moral. Apa yang menjadi dasar bagi keinginan untuk melakukan titik balik kali ini melampaui kebaikan dan kejahatan. Titik balik kali ini, seandainya terjadi, dilandasi oleh gagasan tentang kemanfaatan. Ada semacam perasaan tidak berguna bila hidup tanpa berbuat sesuatu yang berguna bagi kehidupan manusia.
Mencuri, menipu, membunuh, dan segala sesuatu yang menyakitkan bagi diri sendiri dan sesama menjadi seperti lingkaran kematian berulang yang menjebak, melelahkan, dan terasa begitu hampa. Hidup yang dijalani jadi begitu menakutkan dan seolah hilang makna. Ada beberapa alasan di balik munculnya perasaan semacam ini. Pertama, penulis memahami bahwa ada banyak orang yang hidup dalam penderitaan dan tidak sempat memilih untuk bahagia kecuali ada malaikat yang datang untuk membantu mengurangi penderitaannya.
Kedua, ada begitu banyak bencana dengan sangat sedikit pahlawan. Ketiga, mati tanpa pernah melakukan sesuatu yang berguna bagi sesama adalah kematian yang sangat tidak memuaskan.
Jika seseorang terinspirasi oleh tiga landasan pemikiran yang dikemukakan oleh penulis dan ingin melakukan titik balik dalam hidupnya, silakan.
Bagaimana dengan penulis?
Nanti saja.
sahabatmu Kanggoeroe
Komentar
Posting Komentar