di Mahameru

Sore tadi di sebuah restoran yang berdiri megah di wilayah Tegalsari Surabaya, sekitar 80an orang berkumpul untuk merayakan perpisahan yang tidak seperti perpisahan pada umumnya yang selalu mengharu biru pada sesi tertentu dari sekian banyak rangkaian sesi. Kali ini yang tampak hanya kemeriahan. Penyebabnya bisa jadi karena busana yang digunakan atau juga permainan kata-kata dari pembawa acara.

Perpisahan yang dirayakan hari ini disebut sebagai pelepasan siswa oleh panitia penyelenggara. Sebuah lagu yang mengalun di penghujung rangkaian sesi itu berbicara tentang “datang yang akan pergi, timbul yang akan tenggelam” dan “bertemu akan berpisah” beserta satu harapan untuk berjumpa di lain waktu. Namun, tampaknya setiap orang dalam ruangan berukuran tanggung itu memiliki perbedaan dalam memaknai peristiwa yang sedang terjadi.

Bagi OSIS, peristiwa  ini adalah sebuah prestasi yang layak untuk dibanggakan, sementara bagi Karamel _band yang ikut memeriahkan acara dengan membawakan beberapa lagu itu_ ini adalah kesempatan untuk tampil di atas panggung, mengasah kemampuan dan menambah jam terbang di atas panggung.

Tentang pemaknaan terhadap perpisahan ini masih merupakan hipotesa yang perlu didalami dengan berbekal instrumen untuk meneliti. Jangan-jangan hipotesa ini keliru, atau justru sangat tepat. Namun, lepas dari tepat atau tidaknya hipotesa ini, ada satu hal yang pasti. Seorang remaja sore tadi, di Mahameru, berfoto dengan adik kelas yang diidolakannya.

Rafa’El Loiss

Komentar

Postingan Populer