Sejarah (pengalaman vs pemahaman)

Apa sebenarnya makna sejarah bagi kita? sebuah rangkaian peristiwa yang kita sebut dengan masa lalu, yang dengannya kita mengidentifikasi diri kita dan orang lain. Misalnya sabang sampai dengan Merauke dalam konteks politik selalu dikatakan memiliki sejarah bersama yang mengharuskan seluruh wilayah antara dua nama itu tetap berada dalam satu integrasi politik yang kita sebut sebagai NKRI.

Namun, sejarah bersama adalah milik mereka yang mengalaminya. Bagi saya, sejarah hanya bisa diwariskan sejauh kepentingan untuk menjelaskan apa, mengapa, siapa, bagaimana, dan kapan. Sebagaimana sejarah penyaliban Yesus Kristus untuk meyakinkan seorang anak sekolah minggu bahwa Kristus adalah Tuhan dan penebusnya. Dalam hal ini, sejarah tidak memiliki arti apa-apa kecuali sebagai pembuktian bahwa sesuatu hal pernah terjadi, pernah dilakukan dan dirasakan.

Peristiwa sejarah bersifat unik. Tidak dapat diulang. Namun, darinya kita selalu belajar sesuatu. Kita memilih untuk menggenggam atau melepaskan, mencintai atau membenci, menangis atau tertawa, begitupun dengan penilaian kita terhadap sebuah objek selalu berkaitan dengan pemahaman kita terhadap sejarahnya. Kita mengatakan bahwa seorang perempuan sudah tidak suci karena tahu bahwa dia telah melakukan hubungan seksual dengan seorang laki-laki di luar ikatan pernikahan, hanya sebatas itu. Pengetahuan kita tentang apa yang pernah terjadi padanya tidak membuat sensasi erotis atau kondisi ketidaksuciannya abadai. Pengalamannya tidaklah abadi, yang tersisa hanyalah seperangkat pengetahuan sejarah tentang apa yang pernah dialaminya.

Rupanya, sejarah hanya sebatas melengkapi kebutuhan kita akan sebuah penjelasan, seperti seorang bocah yang menghindari api karena pernah mengalami luka bakar. Ia tidak selamanya sakit dan terluka, tetapi ia selamanya mampu memberi alasan mengapa dirinya perlu menghindari api. Kita jadi paham, bahwa kesetiaan sekumpulan besar manusia dari Sabang hingga Merauke terhadap NKRI tidak disebabkan oleh sejarah bersama, tetapi dengan belajar pada sejarah kita akan tahu dalam arti apa kesetiaan sekumpulan masyarakat dari Sabang hingga Merauke itu masih eksis. 

Sejarah yang kita ketahui saat ini mungkin bukan bagian dari PENGALAMAN kita, tetapi mungkin bisa menyumbangkan bagi kita apa yang disebut sebagai PEMAHAMAN.


Sahabatmu Rafa'El Loiss


Komentar

Postingan Populer