efisiensi

Waktu itu saya ditanya sama bos. Bapak sudah tahu syaratnya apa? Tanyanya gitu. saya jawab belum. Terus orangnya ngomong, oh berarti sopirnya selama ini belum kasih tahu, saya kasih tahu biar bapak tahu dulu, kalau bapak nyetir ke luar kota harus ingat syarat yang satu ini. Kalau bapak nabrak orang di luar kota, bapak harus nabrak sekalian kasi mati. Karena, kalau orangnya mati, urusannya akan lebih mudah. Saya tinggal bayar keluarga korban, bayar polisi agar bapak tidak dipukul selama saya pendekatan dengan keluarga korban, setelah itu saya tinggal bayar untuk keluarkan bapak dari penjara. Tapi, kalau orang yang bapak tabrak masih hidup, saya yang akan kerepotan. Saya harus tanggung biaya perawatan korban, belum lagi biaya hidup anak istrinya selama dia di rumah sakit. Jika begitu jadinya, saya tidak mau pedulikan bapak, entah bapak dipukul di kantor polisi, saya biarkan saja, bapak dipenjara itu jadi urusan bapak sendiri. Saya bilang ke dia saya siap.

Apa yang disampaikan oleh pak Agus (nama samaran) sore itu cukup mengejutkan dan membuat saya mengira-ngira dalam hati, jangan-jangan dari sekian banyak kematian dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi antara pengendara sepeda motor dengan kendaraan luar kota diam-diam digerakan oleh kehendak agar pengiriman barang bisa efisien. Supaya semuanya jadi lebih mudah ditangani, supaya beberapa pihak senang, supaya pengiriman barang berjalan lancar, ada syarat yang harus dengan tega dijalankan.

Efisiensi memang tidak bisa berdiri sendiri, dalam semua kasus ternyata ada tumbal yang menyertainya. Dalam sebuah tayangan tentang kehidupan hewan liar di hutan Afrika, dijelaskan bahwa seekor induk singa akan menyingkirkan satu atau dua dari bayi-bayinya agar tersedia cukup makanan bagi singa-singa yang masih tersisa. Kita pernah mendengar bahwa induk harimau sekalipun takan memangsa anaknya sendiri, tetapi prinsip yang sama seringkali tidak berlaku bagi induk kucing yang dalam beberapa kasus memangsa bayinya sendiri, atau landak peliharaan adik iparnya pak Andre (teman saya) yang memangsa salah satu bayinya yang baru lahir. Semua itu terjadi atas nama efisiensi. Singa, kucing, dan landak didorong oleh insting bertahan hidup untuk melakukan satu tindakan terukur yang dikira efisien bagi kelangsungan hidup.

Sama seperti bosnya pak Agus, kucing, dan landak, ada makhluk-makhluk hidup lain yang harus tega menumbalkan seseorang atau sesuatu, contohnya saya yang sejak Juni 2021 telah menumbalkan barang-barang bekas seperti vacum cleaner, handphone, laptop, dan earphone bluetooth milik saya di marketplace facebook agar bisa makan dan isi bensin untuk berangkat ke tempat kerja. Dalam hal ini saya sama seperti kucing, landak, dan bosnya pak Agus yang tega menumbalkan sesuatu bagi tegaknya efisiensi. Perbedaan yang ada diantara kami hanyalah pada "sesuatu"nya. Sesuatu yang saya tumbalkan adalah barang bekas sementara sesuatu yang mereka tumbalkan adalah keluarganya sendiri atau keluarga dari seseorang di luar sana.

 

Rafa’El Loiss

Komentar

Postingan Populer