19 September 2022

 Namaku Rafa’El.

Pagi ini muncul semacam rasa risih pada dunia yang sejak subuh tadi kukira sederhana. Sederhana sekaligus rumit. Sederhana karena polanya yang itu-itu saja, rumit karena terlalu banyak tuntutan bagi orang sepertiku. Untuk hidup, orang sepertiku harus berupaya setengah mati, setengahnya lagi tersisa kehidupan yang sederhana sekaligus rumit.

Dari hari ke hari, aku hidup untuk mempertahankan hidupku. Makan dan minum setiap hari. Sungguh sulit kubayangkan, akan seperti apa diriku jika besok semua air di dunia menghilang.

Namaku Rafa’El

Hidup di abad ke-21. Satu abad yang terlampau terang hingga menyilaukan. Bagi abad ini tak ada lagi perbedaan antara terang dan gelap pada akhirnya. Keduanya sama-sama membutakan.

 Rafa'El Loiss

Komentar

Postingan Populer